Kupas Tuntas Budidaya Ayam KUB, BRMP Riau Gelar Sharing Session Agromodern Seri 6
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau menggelar Sharing Session Agromodern BRMP Riau Seri 6 dengan tema “Budidaya Ayam KUB”. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai BRMP Riau, penyuluh BPPSDMP se Provinsi Riau, Dinas Pertanian se Provinsi Riau, Brigade Pangan serta kelompok tani dan Gapoktan dari berbagai wilayah di Riau. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mendapat antusiasme tinggi dengan jumlah peserta mencapai 420 orang.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Riau, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si, M.Si menyampaikan bahwa pengembangan ayam KUB di Riau diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi dan ketahanan pangan keluarga. Ayam KUB dinilai relatif mudah dipelihara dan sesuai dikembangkan pada skala rumah tangga. Program diseminasi saat ini menyediakan DOC umur sehari sebanyak 20 ekor per kepala keluarga, dengan kesiapan kandang dan peternak menjadi salah satu persyaratan sebelum penyaluran. BRMP Riau juga mendorong pemanfaatan bahan pakan lokal dan alternatif, seperti limbah dapur, magot, cacing tanah, dedak, limbah sawit, limbah sagu, azolla, dan bahan organik lainnya untuk menekan biaya produksi serta mendukung penerapan konsep close loop.
Narasumber, Dwi Sisriyenni, S.Pt., M.Si. menyampaikan berbagai informasi mengenai keunggulan Ayam KUB 2 Janaka, yang mulai bertelur sekitar umur 20 minggu dengan potensi produksi hingga 200 butir per tahun dan puncak produksi 65–70 persen pada umur 30–35 minggu. Materi juga membahas manajemen pemeliharaan pada fase starter, grower, dan layer, meliputi persiapan kandang, pemberian pakan, kebersihan dan biosekuriti, vaksinasi, pemeliharaan indukan, hingga penetasan telur. Selain itu, disampaikan analisis usaha yang menunjukkan bahwa pakan merupakan salah satu komponen biaya terbesar, sehingga efisiensi pakan dan pengembangan formulasi berbahan baku lokal menjadi faktor penting untuk meningkatkan keuntungan peternakan.
Diskusi dipandu Agussalim Simanjuntak., S.Pt., M.Si. selaku moderator berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta membahas berbagai aspek pengembangan ayam KUB, mulai dari analisis usaha, mekanisme bantuan DOC, persyaratan pengusulan, formulasi pakan alternatif, vaksinasi, hingga peluang pengembangan telur tetas. BRMP Riau menegaskan bahwa bantuan saat ini difokuskan pada DOC Ayam KUB Janaka dan Gaosi, disertai pendampingan setelah penyaluran.
Ke depan, BRMP Riau juga akan mendorong bimbingan teknis pembuatan pakan alternatif skala rumah tangga serta pemetaan bahan baku lokal yang tersedia. Melalui kegiatan Sharing Session Agromodern Seri 6 ini, BRMP Riau berharap pengembangan ayam KUB dapat menjadi usaha peternakan yang sehat, efisien, dan menguntungkan, sekaligus mendukung ketahanan pangan serta pemenuhan gizi keluarga di Provinsi Riau.